Survei: Keunggulan Jokowi atas Prabowo di Pulau Jawa Menurun


GELORA.CO - Media Survei Nasional (Median) kembali merilis hasil survei terbarunya. Dari hasil survei, elektabilitas Joko Widodo-Ma'ruf Amin ditemukan stagnan. Rivalnya, Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, naik namun melambat.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun, mengatakan populasi survei nasional ini dari seluruh warga Indonesia yang saat ini memiliki hak pilih. Target sampel nasional dengan 1.500 responden. Dalam survei ini memiliki margin of error sebesar +/- 2,5 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

"Sampel dipilih secara random dengan teknik multistage random sampling dan proporsional atas populasi provinsi dan gender," kata Rico saat konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Senin, 21 Januari 2019.

Rico menekankan dalam survei memperlihatkan dinamika politik yang terjadi selama masa pengambilan data dari 6 Januari 2019 sampai 15 Januari 2019.

Kemudian, ia menekankan dalam survei diajukan sejumlah pertanyaan kepada responden. Di antaranya adalah, jika Pilpres 2019 dilakukan saat ini, pasangan manakah yang akan Anda pilih?

Dari pertanyaan itu, didapatkan angka elektabilitas Jokowi-Ma'ruf di angka 47,9 persen, Prabowo-Sandi 38,7 persen.

"Selisihnya 9,2 persen dan yang belum menentukan pilihan 13,4 persen. Selisih elektabilitas kedua kandidat menipis, suara pasangan 01 relatif stagnan. Suara pasangan 02 tumbuh tapi lambat," ujarnya.

Peta Persaingan

Rico menjabarkan peta persaingan antara kedua rival. Dari surveinya, keunggulan Jokowi atas Prabowo di Pulau Jawa menurun dari 16 persen di bulan November 2018, menjadi 11,8 persen di bulan Januari 2019. Sementara di luar Jawa relatif konstan.

"Survei November 2018 untuk Pulau Jawa, Jokowi-Ma'ruf 48,7 persen, Prabowo-Sandi 32,7 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 18,6 persen dan selisih 16,0 persen. Luar Jawa Jokowi-Ma'ruf 46,6 persen, Prabowo-Sandi 39,6 persen, tidak tahu atau tidak menjawab 13,8 persen dan selisih 7,0 persen," ujar Rico.

Sementara itu, survei Januari 2019, Pulau Jawa Jokowi-Ma'ruf di angka 47,4 persen. Adapun duet Prabowo-Sandi di kisaran 35,6 persen. Responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab 17,0 persen dan selisih 11,8 persen.

Di luar Jawa Jokowi-Ma'ruf di angka 48,9 persen, Prabowo-Sandi 42,9 persen. Tidak tahu atau tidak menjawab 8,2 persen dan selisih 6,0 persen.

Bukan hanya itu, kata Rico, Jokowi-Ma'ruf unggul telak di kalangan pemilih lulusan SD atau tidak tamat SD. Sementara, Prabowo-Sandi unggul tipis di kalangan pemilih tamatan SMU dan perguruan tinggi.

"Tidak tamat SD memilih Jokowi-Ma'ruf di angka 55,1 persen, Prabowo-Sandi 31,3 persen, belum menentukan pilihan 13,6 persen dan selisih 23,8 persen," ujarnya.

Untuk tamat SD, Jokowi-Ma'ruf di angka 51,9 persen, Prabowo-Sandi 37,4 persen, belum menentukan pilihan 10,7 persen. Adapun selisihnya 14,5 persen.

"Tamat SMP Jokowi-Ma'ruf di angka 40,7 persen, Prabowo-Sandi 39,8 persen, belum menentukan pilihan 19,5 persen dan selisih 0,9 persen. Tamat SMU/SMK Jokowi-Ma'ruf 40,3 persen, Prabowo-Sandi 42,3 persen, belum menentukan pilihan 17,4 persen, selisih 2,0 persen," tuturnya.

"Tamat perguruan tinggi Jokowi-Ma'ruf di angka 35,9 persen, Prabowo-Sandi 58,0 persen, belum menentukan pilihan 6,1 persen dan selisih 22,1 persen," katanya. [viva]

Belum ada Komentar untuk "Survei: Keunggulan Jokowi atas Prabowo di Pulau Jawa Menurun"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

loading...

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Bawah Artikel

loading...