LRT Jabodebek Disentil Mahal, Pak JK Loh yang Ngomong Bukan Oposisi


GELORA.CO - Kekhawatiran Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tentang mahalnya ongkos pembangunan kereta ringan atau Light Rail Transit (LRT) terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (Jabodebek) tidak bisa dianggap sepele.  

Maka seyogyanya rencana proyek infrastruktur LRT Jabodebek perlu dikaji lebih matang. 

"Matangnya itu pertama, tentu berbiaya mahal di tengah kondisi bangsa yang memang nggak terlampau punya uang, itu menjadi masalah kalau tidak didiskusikan secara maksimal," kata peneliti dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa malam (22/1). 

Menurut Adi, perlu ada kesamaan informasi dari dalam pemerintah sendiri. Di satu sisi pemerintah berbicara proyek LRT Jabodebek on the track sesuai kebutuhan. Sementara ada soal biaya mahal seperti diutarakan Wapres JK. 

"Perlulah dievaluasi ulang, ini Pak JK loh yang ngomong ini kan bukan oposisi, kalau oposisi kan gampang dipatahinnya. Oh ini bohong tanpa data, tapi ini karena omongannya Pak JK saya kira harus ada kesamaan informasi dari dalam, yang benar ini apa?" tutur Adi.

"Minimal publik tidak bingung, kalau begini akhirnya nanti saling tuduh, ini siapa sih yang bohong sih, siapa yang benar, kan gitu," lanjut Adi.

Masyarakat sendiri, menurut dia, tidak terlampau ingin tahu matematis biaya dan kebutuhan pembangunan proyek LRT tersebut, tapi setidaknya ada kekompakan informasi. 

"Perbedaan informasi ini menimbulkan pertanyaan-pertanyaan lanjutan kok bisa ini yang gedor bersama tapi kok informasinya beda-beda," ujar Adi.[rmol]

Belum ada Komentar untuk "LRT Jabodebek Disentil Mahal, Pak JK Loh yang Ngomong Bukan Oposisi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

loading...